Metro, portaloposisi.com — Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, menegaskan komitmennya untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi yang berpihak pada perempuan, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menilai bahwa kontribusi perempuan dalam menopang perekonomian keluarga sering kali belum terakomodasi secara optimal dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Banyak ibu rumah tangga memulai usaha kecil dari nol—dari dapur, teras, hingga garasi—demi membantu ekonomi keluarga. Mereka punya ketangguhan luar biasa. Namun sayangnya, banyak yang masih berjalan sendiri tanpa pelatihan, modal, ataupun dukungan pemasaran,” ujar Ria dalam diskusi internal bersama media, Sabtu (19/5).
Ria menekankan bahwa pemulihan ekonomi di tingkat bawah tidak bisa hanya bertumpu pada proyek besar pemerintah. Penguatan UMKM yang digerakkan perempuan terbukti menjadi sektor yang konsisten bertahan, bahkan di masa krisis.
“Pemerintah daerah harus mulai membuat kebijakan afirmatif yang benar-benar berpihak. Bukan hanya pelatihan formalitas, tetapi program berkelanjutan—mulai dari legalitas usaha, pendampingan digital, hingga fasilitasi pemasaran produk,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan UMKM perempuan tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga pada aspek sosial dan budaya. Ketika seorang ibu memiliki pendapatan, posisinya dalam keluarga menguat dan ia memiliki ruang lebih untuk mendidik anak serta mengambil keputusan penting di rumah.
“Kita sering bicara soal stunting, pendidikan anak, dan kekerasan dalam rumah tangga, tetapi jarang menghubungkannya dengan ekonomi. Padahal ketika perempuan mandiri secara finansial, banyak persoalan bisa dicegah sejak awal,” jelas Ria.
Dari pertemuan tersebut, Ria Hartini berkomitmen segera berkoordinasi dengan OPD terkait, lembaga keuangan lokal, serta komunitas perempuan untuk merancang program pemberdayaan yang lebih konkret dan sesuai kebutuhan pelaku usaha mikro.
Sebagai Ketua DPRD, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi kelompok UMKM perempuan untuk memberikan masukan. Ria menegaskan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam mendorong anggaran pemberdayaan ekonomi berbasis gender, regulasi perlindungan usaha mikro, serta memperluas peluang kemitraan antara UMKM, koperasi, dan pasar digital lokal.
“Saya ingin Metro memiliki sistem pembinaan UMKM perempuan yang bertahap, berkesinambungan, dan berbasis komunitas. Jangan hanya pelatihan sekali lalu berhenti. Harus ada pendampingan terus-menerus,” tambahnya.
Ria Hartini menegaskan bahwa perempuan harus dilihat sebagai motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar penerima program.
“Perempuan bukan pelengkap pembangunan. Mereka adalah penggeraknya. Jika ingin ekonomi Metro tumbuh dari bawah, maka perempuan harus diberdayakan mulai sekarang,” tutupnya. (adv)
