Metro, Portaloposisi.com — Sosok Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, semakin menjadi perhatian publik bukan hanya karena posisinya sebagai pimpinan legislatif, tetapi juga karena sifatnya yang sederhana, terbuka, dan konsisten memperjuangkan suara rakyat dari tingkat paling bawah.
Di tengah dinamika politik yang kerap berubah, Ria tampil sebagai figur perempuan yang tangguh namun tetap membumi. Ia memimpin dengan pendekatan dialog dan musyawarah, namun tetap tegas ketika menyangkut kepentingan masyarakat.
“Jabatan adalah amanah. Dan amanah rakyat itu tidak boleh dikhianati,” ungkap Ria Hartini dalam sebuah wawancara di rumah dinasnya, Rabu (16/7/2025).
Sebagai Ketua DPRD, Ria dikenal aktif turun ke lapangan, terutama saat reses. Ia lebih banyak menghabiskan waktu mendengar langsung keluhan warga — mulai dari jalan rusak, layanan publik, hingga persoalan pendidikan dan kesehatan.
Kepeduliannya terhadap rakyat kecil tidak lepas dari latar belakangnya yang tumbuh dari keluarga sederhana. Didikan orang tua yang keras namun penuh nilai membuatnya memegang teguh prinsip: jabatan bukan untuk disanjung, melainkan untuk melayani.
“Bu Ria itu kalau kami undang, tidak pernah pilih-pilih tempat. Mau di gang sempit atau di balai kampung, dia datang. Duduk sama-sama, dengar keluhan kami,” ujar Ibu Sumiati, warga Imopuro, mengenang momen saat Ria berkunjung ke rumahnya.
Tak hanya dekat dengan masyarakat, Ria juga dikenal bersahaja kepada sesama anggota dewan. Kepribadiannya yang hangat membuat suasana kerja di legislatif terasa lebih terbuka dan kondusif. Ia mengedepankan kerja sama lintas politik demi terwujudnya program pembangunan yang adil.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Ria juga dikenal kritis ketika menemukan program pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.
Meski berbagai apresiasi datang, Ria tetap rendah hati. Ia lebih memilih bekerja dalam senyap daripada tampil di panggung. Namun bagi warga yang merasakan keberadaannya, Ria adalah harapan —
harapan bahwa pemimpin bisa dekat dengan rakyat, tanpa sekat. (Adv)
