Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tengah melaksanakan proses lelang jabatan untuk mengisi posisi Eselon II, III, dan IV. Proses ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki, yang menekankan pentingnya seleksi dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari intervensi politik maupun titipan jabatan.
“Lelang jabatan jangan hanya menjadi formalitas. Ini harus menjadi proses seleksi yang ketat dan transparan, agar pejabat yang terpilih benar-benar orang yang memiliki kompetensi, integritas, serta rekam jejak yang bersih,” tegas Basuki, Selasa (30/09/2025).
Menurut Basuki, pejabat publik tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas teknis, tetapi juga wajib menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan akhlak yang baik. Ia mengingatkan bahwa sejumlah syarat mutlak harus menjadi perhatian:
Memiliki sertifikat pelatihan kepemimpinan
Usia maksimal 56 tahun
Memiliki rekam jejak integritas, kinerja, dan moralitas yang baik
Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin sedang atau berat dalam dua tahun terakhir
Sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba
Melampirkan rekomendasi tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian di instansi asal
“Jangan sampai ada pejabat yang naik jabatan hanya karena kedekatan atau lobi politik. Kalau itu terjadi, maka tujuan reformasi birokrasi akan gagal total,” tegasnya lagi.
Basuki menambahkan bahwa DPRD akan terus mengawasi proses seleksi untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Ia memperingatkan Pemkot Metro agar tidak menjadikan jabatan publik sebagai ruang kompromi kepentingan.
“Pejabat yang dipilih harus bersih dari catatan buruk, tidak bermasalah hukum, dan benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok. Kalau proses lelang jabatan ini dicederai praktik kotor, konsekuensinya adalah runtuhnya kepercayaan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Basuki menegaskan bahwa apabila ditemukan indikasi kecurangan, nepotisme, atau intervensi politik dalam proses seleksi, DPRD akan mendorong audit khusus dan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Ini menyangkut masa depan birokrasi Kota Metro. Jangan sampai jabatan strategis ditempati orang-orang yang tidak layak. Jika ada pelanggaran, kami pastikan akan membawa kasus ini kepada aparat penegak hukum agar ditindak tegas,” pungkasnya. (Adv)
