Kota Metro — Perkumpulan penggiat anti-korupsi dan transparansi, MATTA Institute, menyoroti besarnya anggaran Dinas Kesehatan Kota Metro tahun 2025 yang mencapai Rp 400an miliar lebih.
Organisasi ini menilai tatakelola anggaran yang begitu ‘Fantastis’ ini, belum sepenuhnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Koordinator MATTA Institute Kota Metro, Yudhistira AN, saat dimintai pendapat oleh Portal Oposisi, mengatakan bahwa meski anggaran fantastis, manfaatnya belum benar-benar dirasakan rakyat.

Besaran anggaran seharusnya mampu memaksimalkan hak dasar rakyat untuk memperoleh kesehatan dan memaksimalkan pelayanan. Tatakelola dan transparansi menurutnya harus diperkuat.
Sebagai contoh, proyek RSUD Sumbersari Bantul menjadi sorotan publik karena dianggap carut-marut dan tidak transparan. Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran besar.

MATTA Institute mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif mengawasi penggunaan anggaran kesehatan, sekaligus mendorong Pemkot Metro dan DPRD membuka informasi anggaran secara berkala, memperkuat pengawasan, dan mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan agar setiap rupiah benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk hak dasar rakyat terkait kesehatan dan pelayanan berkualitas. ( Red / Dha )
